The term “global warming” should be increased to “global boiling”. No more euphemism! This hot weather is no longer tolerable…
-Sam Haidy-
The term “global warming” should be increased to “global boiling”. No more euphemism! This hot weather is no longer tolerable…
-Sam Haidy-
Why on earth we’re on earth?
Why the hell there’s a hell?
Only heaven knows…
-Sam Haidy-
Kami, putra dan putri dunia,
mengaku berbangsa satu :
bangsa manusia.
Kami, putra dan putri dunia,
mengaku bertanah air satu :
tanah air bumi.
Kami, putra dan putri dunia,
mengaku berbahasa satu :
bahasa rasa.
-Sam Haidy-
Susunan kabinet baru Indonesia yang diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin malam membuat banyak orang mempertanyakan kapabilitas dan kapasitas menteri-menteri yang terpilih. Beberapa diragukan kemampuannya dalam memangku jabatannya karena dipilih hanya berdasarkan mempunyai relasi pribadi dengan presiden atau sebagai perwakilan partai-partai pemegang mayoritas suara pemilu, tanpa dilihat apakah memenuhi kualifikasi atau tidak.
Dan yang paling mengherankan adalah pergeseran menteri-menteri dari satu posisi ke posisi lain. Yang dulunya menteri kelautan sekarang menjadi menteri perhubungan, yang dulunya menteri koperasi sekarang menjadi menteri agama, dsb. Pergeseran seperti itu ibarat bermain catur tapi memasang bidak tidak pada tempatnya. Misalnya benteng dipasang di tempat menteri, menteri dipasang di tempat kuda, dsb. Bagaimana bisa menugaskan menteri untuk berjalan lurus seperti benteng padahal spesialisasinya adalah berjalan miring?
-Sam Haidy-
Musik itu ibarat makanan, dan lirik adalah rasanya. Kalau kita mendengarkan musiknya saja, kita cuma bisa mencium bau dari makanan tersebut. Kalau kita mengerti liriknya, kita bisa merasakannya dengan lidah.
-Sam Haidy-
Memakai Miyabi untuk bermain dalam film komedi ibarat memakai nuklir untuk digunakan sebagai sumber energi alternatif. Bukan tujuan pemakaiannya atau kemasannya yang dianggap berbahaya, melainkan bahan yang digunakan.
Seperti halnya kecemasan Amerika terhadap penggunaan nuklir oleh Iran. Meskipun Iran menyatakan bahwa penggunaan nuklir tersebut untuk keperluan sumber energi cadangan, Amerika mencurigainya sebagai bahan untuk membuat bom atom.
-Sam Haidy-
Antara meninggalkan pintu rumah terkunci atau tidak saat pergi tidur….
-Sam Haidy-
Bulan depan, Oktober 2009, grup band fenomenal Peterpan akan mengumumkan secara resmi pergantian nama band mereka. Itu akan menjadi akhir dari sengketa nama yang selama ini dipergunjingkan. Saat itu menjadi saat yang sangat dinantikan oleh banyak orang, terutama oleh para Sahabat Peterpan (panggilan untuk para penggemar Peterpan). Banyak juga orang yang mungkin tidak ambil pusing dengan peristiwa tersebut, karena mereka mungkin memang tidak ngefans ataupun memiliki keterikatan khusus dengan grup tersebut.
Dan saya termasuk salah satu yang menunggu datangnya saat tersebut…
Kenapa? Apakah karena saya termasuk salah satu Sahabat Peterpan? Alasan itu sangat diragukan.. hehehe.. Saya tidak pernah membeli satu pun album mereka, juga tidak pernah sekali pun datang menonton konser mereka. Saya juga tidak mencantumkan mereka sebagai musik favorit saya di profil saya di berbagai situs jejaring sosial. Apakah yang seperti itu bisa dikategorikan sebagai Sahabat Peterpan?
Meskipun saya tidak termasuk salah satu Sahabat Peterpan, bukan berarti saya tidak menyukai musik mereka. Ada beberapa lagu mereka yang saya suka, ada juga yang tidak/kurang suka. Saya menempatkan diri sebagai apresiator yang mencoba seobjektif dan seproporsional mungkin dalam menilai musik mereka. Hal pertama yang membuat saya tertarik untuk mengapresiasi mereka lebih jauh adalah eksperimen dan eksplorasi Ariel dalam menulis lirik yang non-konvensional. Lirik-lirik Peterpan tidak seperti kebanyakan lirik lagu Indonesia lainnya. Gaya penulisannya tidak biasa, kadang-kadang ambigu bahkan cenderung gelap. Nuansa puitisnya masih terasa kental, dengan diksi yang unik dan dipilih secermat mungkin.
Sekitar tahun 2005/2006 adalah awal ‘perkenalan’ saya dengan Ariel. Waktu itu adalah zaman keemasan friendster sebagai situs jejaring sosial. Saya tidak sengaja menemukan account dia dari halaman seorang teman. Saya pun iseng-iseng mengirimkan kritik lirik ke dia. Ada beberapa lirik lagunya yang menurut saya kurang maksimal dalam penggarapannya, padahal sebenarnya sangat potensial untuk menjadi lirik yang sangat bagus. Di luar dugaan, dia membalas pesan saya dan menerima kritik saya tersebut dengan lapang dada. Sejak saat itulah ‘pertemanan’ kami dimulai, dan berlanjut hingga era facebook sekarang ini…
Kembali ke topik awal soal pergantian nama : kenapa saya menantikannya? Ada alasan yang lebih krusial dari sekedar ‘pertemanan’ maya saya dengan Ariel, yaitu TERPILIHNYA NAMA YANG SAYA USULKAN PADANYA SEBAGAI KANDIDAT NAMA BARU PETERPAN! Ya, cukup mengejutkan memang. Saya tidak menyangka nama yang saya usulkan ke dia lewat dinding facebooknya terpilih sebagai salah satu dari lima kandidat kuat nama pengganti Peterpan yang diumumkan secara resmi di tayangan reality show “Sebuah Nama Sebuah Cerita” yang ditayangkan Trans 7 sabtu kemarin. Nama yang saya usulkan tersebut adalah “Sandpaper”. Filosofi di baliknya adalah supaya band mereka tidak berkarat, tetap mengkilap meski berganti nama dan sudah lama eksis.
Terlepas dari terpilih atau tidaknya nama tersebut nanti, saya sudah merasa cukup puas dan bangga bisa memberi masukan dan pemikiran yang dia anggap layak untuk dipertimbangkan. Meskipun saya tidak bisa dibilang sebagai fans dia ataupun Peterpan, saya mendukung langkah-langkah dia dan band-nya dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensinya di blantika musik.
Tidak harus menjadi Sahabat Peterpan untuk mendukung Peterpan. Bukankah Abu Thalib, paman Nabi Muhammad SAW, mendukung dakwah Nabi Muhammad SAW meskipun dia non-muslim?
-Sam Haidy-
Selepas gempa
Menatap langit-langit terasa begitu menakutkan
Menatap langit terasa begitu menenangkan
Selepas gempa
Banyak orang ingat berdo’a sebelum tidur :
“Semoga kami tidak terkubur hidup-hidup”
-Sam Haidy-
UNTITLED
Together we used to fight
Trapped in a cold of night
Slipped into a hole of the street
Trampled by intolerant time’s feet
Tied by sweet dream
We were dim…
Together we used to feel
Hot sunlight burned our will
Until we both no longer sure
The wheel of fate still endure
Do you remember, my brother?
As day by day exchange so fast
With burning grudge at heart, you leave your past
It’s been so long I’ve been alone
Without someone who could turn me on
Until today we finally reunite here
Your sharp eyes become a soul’s souvenir
You take my hand, help me to stand, my friend!
(Translated by Sam Haidy)
—————————————————————————-
BELUM ADA JUDUL (Lirik Iwan Fals)
Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap di dingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah
Lelah…
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat, masih ingatkah kau?
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara di hati
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar, bangkitkan aku, sobat!