PERFILMAN INDONESIA TAK UBAHNYA ARISAN

Kebanyakan film Indonesia dewasa ini tak ubahnya ajang arisan para bintang belaka. Para pemainnya masih yang itu-itu saja, berkumpul lagi dan lagi dan lagi di lain judul. Pergeseran pemeran utama dan figuran tak ubahnya pergiliran tuan rumah dan tamu. Sekali waktu si anu yang terpilih menjadi pemeran utama dan yang lainnya menjadi bintang tamu, di lain waktu mereka berganti posisi. Muka-muka lama mendominasi porsi peran, membuat penonton merasa bosan.

Seringnya kemunculan pemain-pemain yang sama membuat cerita film kurang terasa nyata, gagal membawa penonton mengenal karakter-karakter baru secara utuh, karena biasanya imej peran di film sebelumnya masih melekat pada pemerannya. Belum lagi kehidupan pribadinya yang kerap diekspos media, sehingga bisa membiaskan objektivitas penonton. Memang ada beberapa pemain yang berhasil memerankan berbagai karakter, tapi kebanyakan kemampuan aktingnya monoton, hanya spesialis karakter tertentu.

Apakah ranah perfilman Indonesia memang benar-benar mengalami krisis bibit pemain?
Ataukah itu hanya cara para pembuat film mencari aman dengan jaminan memasang tampang yang bisa dijual mahal?

Kalau seperti itu terus, pembuatan film akan dianggap sebagai rutinitas kelas atas belaka, sirkulasi uang untuk mengisi waktu luang. Sisi industrialisasi akan semakin dominan, mengesampingkan esensi sisi-sisi lainnya.

-Sam Haidy-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: