TERJEMAHAN BEBAS PUISI IMAJIS

JEDA SEJENAK
Terjemahan Sam Haidy

Suatu malam aku keluyuran sendiri sepulang mengunjungi pondok kawan-kawanku.
Jangkrik-jangkrik mengerik dengan lembut,
di malam yang hangat dan berkabut.
Lambaian dedaunan pakis dari kegelapan mengundangku singgah,
dengan jemari hijau yang sungguh cantik serta lentik.
Dewa-dewi pohon menggumamkan mantra dengan mesra di sekelilingku,
dan dari kejauhan suara kereta api terdengar ramah menghampiri.

Saat itu aku sangat bahagia dengan kesendirianku,
teramat penuh dengan cinta bagi bumi nan agung yang bergeming,
seolah mempersilahkanku membaringkan pipi di rerumputan basah,
dan kubelai dengan bibirku tubuh ramping nan keras
kepunyaan Bumi, gundik penadah keluh kesah para pecinta yang menderita.

=========================================================

A MOMENT’S INTERLUDE
Richard Aldington’s poetry

One night I wandered alone from my comrades’ huts.
The grasshoppers chirped softly,
in the warm misty evening.
Bracken fronds beckoned from the darkness,
with exquisite frail green fingers.
The tree gods muttered affectionately about me,
and from the distance came the grumble of a kindly train.

I was so happy to be alone,
so full of love for the great speechless earth,
that I could have laid my cheek in the wet grasses,
and caressed with my lips the hard sinewy body
of Earth, the cherishing mistress of bitter lovers.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: