Arsip untuk Maret, 2008

MEDIA MAYA

Posted in Writings on Maret 11, 2008 by Sam Haidy

Internet adalah MEDIA maya, bukan DUNIA maya. Definisi ini harus diluruskan dan disosialisasikan agar orang-orang tidak salah persepsi tentang eksistensi pengguna cyber-media yang sering dipandang sebelah mata, seolah-olah dianggap sebagai penghuni dunia lain di luar dunia nyata. Kebanyakan orang memandang dunia maya sebagai dunia penuh rekayasa, dunia penuh kepalsuan yang memungkinkan seseorang bebas menjadi orang lain sesukanya. Padahal dalam dunia nyata pun belum tentu orang menampilkan dirinya apa adanya (misalnya banyak aparat gadungan yang menipu masyarakat awam dengan berbagai motif, bahkan tak jarang yang hanya untuk merayu anak gadis orang).

Asumsi yang menyesatkan seperti itu bisa merusak kredibilitas internet di mata orang awam, sehingga lebih cenderung memandang ke sisi negatifnya, tanpa memperhitungkan sekian banyak dampak baiknya. Peran internet bukan lagi sekedar sebagai gaya hidup, tapi sudah menjadi kebutuhan vital dalam era globalisasi ini. Bahkan gelar “person of the year” versi majalah TIME tahun 2006 pun jatuh kepada para pengguna internet, atas kontribusinya terhadap perkembangan dunia dalam berbagai bidang.

-Sam Haidy-

Iklan

ANTISIPASI PUISI PADA DERRIDA

Posted in Writings on Maret 10, 2008 by Sam Haidy

Eksistensi puisi harus diamankan dari ambiguitas dekonstruksi teks ala Derrida, dengan cara ditambatkan pada tiang-tiang relevansi yang kuat, agar tidak terombang-ambing oleh badai multi-interpretasi. Multi-interpretasi di luar perhitungan penulisnya kebanyakan hanyalah salah kaprah belaka, dihubung-hubungkan secara artifisial.

Tapi bukan berarti puisi harus menutup diri terhadap multi-interpretasi, melainkan penulisannya diperhitungkan secermat mungkin sebagai antisipasi akan adanya kemungkinan penafsiran bebas yang bablas, keluar dari batas-batas relevansi yang bisa dipertanggungjawabkan. Sebisa mungkin diksi puisi hendaknya dibuat sejelas mungkin (bukan berarti semudah mungkin), agar pembaca tidak tersesat ke dalam kegelapan bahasa.

-Sam Haidy-

INTERPRETASI PUISI GELAP

Posted in Writings on Maret 10, 2008 by Sam Haidy

Membaca puisi gelap sama halnya dengan menebak apa yang tertera pada dinding gua purba. Untuk mengetahui apa isi sebenarnya, tak cukup hanya dengan mencoba meraba dindingnya, malah akan menimbulkan multi mis-interpretasi. Kita harus membawa cahaya (analisis dan referensi) yang cukup untuk memastikan apakah di sana ada relief yang terukir apik atau cuma goresan abstrak manusia purba yang baru belajar menggores.

Ada dua kemungkinan penulis yang bagaimana yang menulis puisi gelap. Yang pertama adalah penulis yang terlalu berpengalaman, yang ingin bereksperimen dengan gaya penulisan non-konvensional sehingga tidak mudah dicerna. Yang kedua adalah penulis yang kurang berpengalaman, yang masih dalam taraf coba-coba memadu-padankan kata sehingga hasilnya seringkali ambigu.

-Sam Haidy-

ELEGI SUATU SENJA

Posted in Poetry on Maret 7, 2008 by Sam Haidy

Seekor burung terbang tergesa
Dikepung mendung
Ia mempercepat kepaknya
Menangkis gerimis

Ia sepertinya ingin lekas tiba di sarang
Barangkali ada anaknya menunggu di sana
Lapar dan kedinginan
Tapi tiba-tiba barisan hujan mencegatnya

Ia pun terpaksa menepi
Mencari tempat berteduh
Tapi tak ada pohon yang cukup rindang
Habis dijarah tangan-tangan serakah

-Sam Haidy-

SAVE OUR NATION

Posted in Poetry on Maret 1, 2008 by Sam Haidy

dulu MAJAPAHIT
kini MASAPAHIT

mari selamatkan NUSANTARA
sebelum menjadi NISANTARA

-Sam Haidy-