ANTISIPASI PUISI PADA DERRIDA

Eksistensi puisi harus diamankan dari ambiguitas dekonstruksi teks ala Derrida, dengan cara ditambatkan pada tiang-tiang relevansi yang kuat, agar tidak terombang-ambing oleh badai multi-interpretasi. Multi-interpretasi di luar perhitungan penulisnya kebanyakan hanyalah salah kaprah belaka, dihubung-hubungkan secara artifisial.

Tapi bukan berarti puisi harus menutup diri terhadap multi-interpretasi, melainkan penulisannya diperhitungkan secermat mungkin sebagai antisipasi akan adanya kemungkinan penafsiran bebas yang bablas, keluar dari batas-batas relevansi yang bisa dipertanggungjawabkan. Sebisa mungkin diksi puisi hendaknya dibuat sejelas mungkin (bukan berarti semudah mungkin), agar pembaca tidak tersesat ke dalam kegelapan bahasa.

-Sam Haidy-

Satu Tanggapan to “ANTISIPASI PUISI PADA DERRIDA”

  1. AN APOLOGY TO DIANDRA

    Now, it is the time. Never, singling the dime.
    No gospel lies in the pathetic lies of layman’s word.
    Yes, a falsehood falls off from the hood of my will.

    Now one at a time. Never once at a lime.
    You want it be tame. Shall I want no shame.
    Yet, space spreads the wings of time.

    No faculty to fly from dire mountain?
    No desire to wire signs of dear mercy?
    Yell at an apostle of apology for Diandra!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: