Arsip untuk April, 2008

PATIENCE MAKES PERFECT

Posted in Poetry on April 27, 2008 by Sam Haidy

I don’t wanna rush
Hold on to express this enormous crush
I don’t wanna ruin
Slow down to reach the love I nearly win

-Sam Haidy-

Iklan

ENTREPRENEURSHIP

Posted in Miscellaneous on April 24, 2008 by Sam Haidy

Entrepreneurship is a little ship that sails against high tide to find our own little land where we can stay independently, break free from capital land that sucks us dry….

-Sam Haidy-

FINAL PROPOSAL

Posted in Poetry on April 24, 2008 by Sam Haidy

Be my bride
Like Bonnie for Clyde
Chased by the tide
Drowned side by side

Be my wife
My partner in life
Together we strive
Till our deaths arrive

-Sam Haidy-

TAMAN MAYA

Posted in Poetry on April 13, 2008 by Sam Haidy

Antara kita hanya terjalin kata
Sedangkan raga tak juga merapat

Namun jarak tak menyekat keintiman

Di taman maya
Kita bergandengan angan
Bercengkerama sukma

Di taman maya
Kita memadu rindu sekehendak
Tak buntu oleh waktu

-Sam Haidy-

AKU BERBEDA, MAKA AKU ADA

Posted in Writings on April 11, 2008 by Sam Haidy

Ejawantah eksistensi sejati tidak bisa diduplikasi, harus mengusung ciri tersendiri yang membedakannya dari yang lain. Keseragaman adalah kemubaziran, hanya akan berakhir sebagai onggokan sampah sejarah. Keseragaman adalah bahaya laten yang mengancam keleluasaan eksplorasi individu, memandegkan dinamika proses dialektika yang berkesinambungan.

Kebanyakan orang merasa enggan untuk keluar dari “zona aman” keseragaman karena takut akan menyandang predikat “aneh”, “menyimpang”, dan predikat-predikat marjinal lainnya yang akan membuat mereka dikucilkan. Mereka lebih memilih tunduk pada tatanan kemapanan konvensional, tak berani mendongakkan pikiran pada ketentuan yang telah berlaku secara umum, padahal belum tentu itu sesuai dengan hati nurani mereka. Sangat mungkin masih ada hal-hal yang timpang yang perlu dikaji lebih jauh untuk dicari sintesisnya yang lebih baik lagi.

-Sam Haidy-

SURAT KOSONG BUAT TUHAN

Posted in Poetry on April 10, 2008 by Sam Haidy

: Darla*

Dari rahim bunda
Ia dipindahkan ke rahim bumi
Tak sempat menangis keras menyapa dunia

Ia adalah kertas kosong
Tak sempat mencatat pahala dan dosa

Bersampul kafan
Berperangko do’a-do’a
Ia kami alamatkan ke surga

( Ciamis, 10 April 2008 )

*Keponakanku yang meninggal sebelum dilahirkan

DO’A SERIBU BAHASA

Posted in Poetry on April 5, 2008 by Sam Haidy

Tak lagi kusapa Tuhan.
Bukannya aku sombong, tapi aku segan.
Kurasa Dia bosan dengan basa-basiku,
do’a-do’a latah yang terhambur tanpa penghayatan.

Aku hanya bisa terdiam;
kehadiranNya telah menyita kata…

-Sam Haidy-