AKU DAN BINTANG : TEMAN DARI TAMAN LANGIT

Bulan depan, Oktober 2009, grup band fenomenal Peterpan akan mengumumkan secara resmi pergantian nama band mereka. Itu akan menjadi akhir dari sengketa nama yang selama ini dipergunjingkan. Saat itu menjadi saat yang sangat dinantikan oleh banyak orang, terutama oleh para Sahabat Peterpan (panggilan untuk para penggemar Peterpan). Banyak juga orang yang mungkin tidak ambil pusing dengan peristiwa tersebut, karena mereka mungkin memang tidak ngefans ataupun memiliki keterikatan khusus dengan grup tersebut.

Dan saya termasuk salah satu yang menunggu datangnya saat tersebut…

Kenapa? Apakah karena saya termasuk salah satu Sahabat Peterpan? Alasan itu sangat diragukan.. hehehe.. Saya tidak pernah membeli satu pun album mereka, juga tidak pernah sekali pun datang menonton konser mereka. Apakah yang seperti itu bisa dikategorikan sebagai Sahabat Peterpan?🙂

Meskipun saya tidak termasuk salah satu Sahabat Peterpan, bukan berarti saya tidak menyukai musik mereka. Saya menempatkan diri sebagai apresiator yang mencoba seobjektif dan seproporsional mungkin dalam menilai musik mereka. Hal pertama yang membuat saya tertarik untuk mengapresiasi mereka lebih jauh adalah eksperimen dan eksplorasi Ariel dalam menulis lirik yang non-konvensional. Lirik-lirik Peterpan tidak seperti kebanyakan lirik lagu Indonesia lainnya. Gaya penulisannya tidak biasa, kadang-kadang ambigu bahkan cenderung gelap. Nuansa puitisnya masih terasa kental, dengan diksi yang unik dan dipilih secermat mungkin.

Sekitar tahun 2006/2007 adalah awal ‘perkenalan’ saya dengan Ariel. Waktu itu adalah zaman keemasan friendster sebagai situs jejaring sosial. Saya tidak sengaja menemukan account dia dari halaman seorang teman. Saya pun iseng-iseng mengirimkan kritik lirik ke dia. Ada beberapa lirik lagunya yang menurut saya kurang maksimal dalam penggarapannya, padahal sebenarnya sangat potensial untuk menjadi lirik yang sangat bagus. Di luar dugaan, dia membalas pesan saya dan menerima kritik saya tersebut dengan lapang dada. Sejak saat itulah ‘pertemanan’ kami dimulai, dan berlanjut hingga era facebook sekarang ini…

Kembali ke topik awal soal pergantian nama : kenapa saya menantikannya? Ada alasan yang lebih krusial dari sekedar ‘pertemanan’ maya saya dengan Ariel, yaitu TERPILIHNYA NAMA YANG SAYA USULKAN PADANYA SEBAGAI KANDIDAT NAMA BARU PETERPAN! Ya, cukup mengejutkan memang. Saya tidak menyangka nama yang saya usulkan ke dia lewat dinding facebooknya terpilih sebagai salah satu dari lima kandidat kuat nama pengganti Peterpan yang diumumkan secara resmi di tayangan reality show “Sebuah Nama Sebuah Cerita” yang ditayangkan Trans 7 sabtu kemarin. Nama yang saya usulkan tersebut adalah “Sandpaper”. Filosofi di baliknya adalah supaya band mereka tidak berkarat, tetap mengkilap meski berganti nama dan sudah lama eksis.

Terlepas dari terpilih atau tidaknya nama tersebut nanti, saya sudah merasa cukup puas dan bangga bisa memberi masukan dan pemikiran yang dia anggap layak untuk dipertimbangkan. Meskipun saya tidak bisa dibilang sebagai fans dia ataupun Peterpan, saya mendukung langkah-langkah dia dan band-nya dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensinya di blantika musik.

Tidak harus menjadi Sahabat Peterpan untuk mendukung Peterpan. Bukankah Abu Thalib, paman Nabi Muhammad SAW, mendukung dakwah Nabi Muhammad SAW meskipun dia non-muslim?🙂

-Sam Haidy-

Satu Tanggapan to “AKU DAN BINTANG : TEMAN DARI TAMAN LANGIT”

  1. Ternyata ditunda sampai waktu yang belum ditentukan🙂

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: