Arsip untuk Desember, 2009

FORMSPRING : THE NEXT BIG THING IN SOCIAL NETWORKING WORLD

Posted in Miscellaneous on Desember 28, 2009 by Sam Haidy

Tahun 2009 adalah tahunnya facebook dan twitter. Menurut saya, tahun 2010 akan ada satu lagi situs social network yang naik daun: formspring. Format status facebook yang pertanyaannya selalu “what’s on your mind” dan twitter yang selalu “what’s happening” akan mencapai titik jenuh, sedangkan format formspring adalah “ask anything”. Pertanyaannya bisa serius bisa juga sekedar main-main. Sang penanya bisa menyertakan identitasnya bisa juga anonymous.

Ada keasyikan tersendiri dalam menjawab pertanyaan random dari siapa saja tentang apa saja, bahkan banyak yang tak terduga, bisa merangsang kreatifitas kita baik dalam bertanya maupun menjawab. Formspring juga bisa dipakai sebagai media tanya jawab resmi antara public figur dengan penggemarnya. Sang penggemar bisa membuat pertanyaan sekreatif mungkin agar menarik perhatian idolanya untuk dijawab, dan sang publik figur bisa memilah-milah pertanyaan mana yang ingin ia jawab.

-Sam Haidy-

Register formspring : http://www.formspring.me
Visit mine : http://www.formspring.me/samhaidy

INFOTAINMENTS

Posted in Miscellaneous on Desember 16, 2009 by Sam Haidy

The more you care
The more they dare
The more you give a shit
The harder they hit

-Sam Haidy-

HIATUS

Posted in Poetry on Desember 10, 2009 by Sam Haidy

I wanna write something about my life
But then I realize
I don’t have a life…
I wanna write something about my feeling
But then I realize
I doubt what I feel…
I wanna write something about the sun, the moon, and the stars
But then I realize
I’m surrounded by the darkness…
I wanna write something about you
But then I realize
You’re running out again….

-Sam Haidy-

RINGKASAN DISKUSI DENGAN NAZRIL IRHAM TENTANG PLAGIARISME

Posted in Miscellaneous on Desember 3, 2009 by Sam Haidy

(Diambil dari wall facebook Nazril Irham, 30 November 2009)

Sam Haidy :
Di grup “stop plagiat” ada yang bilang lagu “ada apa denganmu” ngejiplak lagu “everytime” milik simple plan, padahal album “bintang di surga” dirilis 2 bulan lebih awal (agustus 2004) dari album “still not getting any” (oktober 2004). Jadi siapa yang ngejiplak siapa? 😀

Nazril Irham :
hmmmm.. klo fort minor gmn? tanya doang gw

Sam Haidy :
Kalo fort minor mah jelas jauh duluan lagu lo bro, tuntut aja tuh.. hehehe..

Nazril Irham :
kalo gw bilang sih itu ada kesamaan rasa aja, fort minor ga mungkin plagiat kan, org dia jg ga tau di indonesia ada band apa aja, enaknya jd band luar 🙂 coba bawa ke forum, pasti ga ada yg nanggepin,… masalahnya adalah, masyarakat kalangan B,C…. kadang belum apa2 sudah menganggap rendah bangsanya sendiri… kalo kalangan A mungkin lebih pintar … atau mungkin tidak perduli, kalangan D malah ga tau. contoh… band kita ngikutin org luar dibilang “plagiat”, org luar niru musik kita dibilang ” baru segitu aja sewot”. ironis sam?

Sam Haidy :
Kesenjangan daya jangkau pasar dijadiin rujukan apakah suatu karya plagiat ato cuma kebetulan. Mentang2 pasar band bule jangkauannya lebih luas jadi lagu mereka dijadiin tolak ukur buat lagu kita, ada yg mirip2 dikit aja diributin. Sedangkan kalo kasusnya sebaliknya boro2 didenger (lagu muse yg supermassive black hole juga mirip bgt lagunya the fly yg palsu lho, tp adem2 aja tuh).
Yup, ironis bgt. Kita udah dianggap kayak anak tiri peradaban dunia 🙂

Nazril Irham :
nasionalisme harus ditegakkan!! haha… andai masih ada bung karno…. i love my indonesia

Sam Haidy :
Apa mesti nunggu ratu adil datang dulu ya? (kayak yg di film joko anwar yg kala.. hehe..)

Nazril Irham :
eh, tp yg salah jgn dibelain jg 🙂

Sam Haidy :
Iya lah, anti generalisasi, ga maen hantam begitu aja 😀

Nazril Irham :
persamaan rasa itu tidak bisa dihindari, itu insting dasar manusia,yg menjadi karakteristik dia sendiri. memilih nada pada lagu hampir sama seperti memilih warna pada cat rumah, itu kan tergantung selera dan perasaan dia mau warna apa, kalau ada rumah yg warnanya sama masa mau dibilang plagiat, kan karena sama2 suka warna itu, hanya saja lagu lebih beragam, karena selain ada unsur nada, ada juga unsur emosi, intelektual, selera, bahasa,budaya terkontaminasi dengan beragam alat musik menjadi suatu kombinasi yg luar biasa complicated yg tidak jarang ditemukan secara kebetulan, nah kalo pas semua unsur lg sama emosi, selera , intelektual, bukan hal yg tidak mungkin terjadi kesamaan nada, kecuali kalo emang nyontek 🙂
Sulitnya, masalah plagiat ukuran pastinya belum ada yg detail, jadi masih tergantung pada tingkat intelegen masing2 manusia yg menilai
tp ya memang peradaban eropa dimulai jauh lebih dulu dr pada kita, jadi penalaran mereka pada segala bidang sudah jauh meninggalkan kita, jadi kita cendrung tinggal menikmati hasil pemikiran mereka. kita masih mikirin gimana caranya biar tetap hidup, mereka sudah memikirkan apa arti hidup. itu yg harus disusul 🙂

Sam Haidy :
Couldn’t agree more with your explanation… bahan dasar seni udah ada dalam diri setiap manusia, tinggal bagaimana kita mengolahnya, memadukannya, menjadikannya sebuah kesatuan yang solid. Dan gak jarang hasilnya hampir sama persis… sometimes we think that’s too good to be merely coincidence, but nothing’s impossible 🙂
Kalo menurut gw plagiat adalah masalah niat. Kalo niatnya emang mau ngejiplak suatu karya, somehow bakal ketauan & terasa bahwa karya tsb emang sengaja niru. Tapi dibutuhkan juga referensi yang cukup disamping insting sang pengamat tsb untuk meraba apakah sebuah karya plagiat ato tidak.
Gw belum dengerin yg simple plan, belum dapet lagunya. Yg udah gw bandingin yg “di atas normal” ama “jimmy kane” punya muse & “ada apa denganmu” ama “bad” punya U2. Menurut gw dua2nya bukan plagiat, cuma kemiripan di bagian tertentu. Di jimmy kane, bunyi bass kayak gitu gw pikir siapapun bisa menemukannya, tinggal masalah waktu. Pattern bass standar, bukan komposisi yg istimewa. Apalagi di bad, yg sama cuma dua nada awal 🙂
Sebenernya indonesia punya potensi buat mengejar ketertinggalan itu. Udah banyak orang kita yg juara olimpiade ilmu pengetahuan. Bahkan film2 joko anwar menurut gw lebih bagus dari film hollywood kayak new moon yg bikin lo tidur.. hehehe.. Kalo di musik, kendalanya menurut gw masalah bahasa. Mungkin suatu saat bakal ada band indonesia yg kayak scorpion dari jerman, yang sukses mendunia dengan membawakan lagu2 berbahasa inggris….

STANDAR GANDA PLAGIARISME

Posted in Miscellaneous on Desember 3, 2009 by Sam Haidy

Kenapa kalau ada karya band kita yang cuma mirip sedikit saja dengan band luar negeri (terutama yang dari Amerika atau Eropa) seringkali langsung dicap plagiat? Sedangkan kalau ada karya band luar negeri yang mirip dengan band kita paling cuma dianggap kebetulan belaka?

Contohnya :

Cover album Bon Jovi, Lost Highway (dirilis tahun 2007), konsepnya sama persis dengan cover album Peterpan, Bintang di Surga (dirilis tahun 2004).

Silakan bandingkan :