TERANG ITU MASIH ADA

Ia ditelanjangi
Lalu dihakimi beramai-ramai
Namun tak ia gunakan tangannya
Untuk memukul balik
Melainkan menutupi kemaluannya…

Hantaman datang bertubi-tubi
Serapah tumpah tak henti-henti
Namun ia tetap bergeming
Dengan senyum tenang tersungging

Sungguhpun dalam dadanya
Ia marah
Ia lelah
Namun ia berusaha pasrah…

Ia percaya
Terang itu masih ada
Dan pada saatnya nanti
Akan menjemputnya kembali

(Ciamis, 23 Maret 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: